sumber foto: freepik

Apa Itu Scamming, Phishing, dan Smishing?

Dalam era digital yang serba cepat dan terhubung, kejahatan siber semakin berkembang. Tiga istilah yang kerap kita dengar adalah scamming, phishing, dan smishing. Meskipun memiliki tujuan yang sama—yaitu menipu korban untuk mendapatkan informasi atau uang—cara kerja mereka berbeda. Mari kita bahas satu per satu.

1. Scamming

Scamming adalah istilah umum untuk segala bentuk penipuan, baik secara online maupun offline. Dalam konteks digital, scamming bisa berupa:

Contoh: Anda mendapat email atau pesan di media sosial dari orang yang mengaku sebagai investor kaya yang ingin berbagi kekayaan, tapi meminta Anda mentransfer uang sebagai “biaya administrasi”.


2. Phishing

Phishing adalah bentuk penipuan di mana pelaku menyamar sebagai institusi tepercaya (seperti bank atau platform media sosial) untuk mencuri informasi sensitif seperti username, password, atau data kartu kredit.

Biasanya dilakukan melalui:

Contoh: Anda menerima email yang tampaknya dari bank, meminta Anda untuk “verifikasi akun” dengan mengklik link dan memasukkan data pribadi.


3. Smishing

Smishing adalah gabungan dari “SMS” dan “phishing”. Artinya, penipuan ini dilakukan melalui pesan teks (SMS atau WhatsApp), di mana pelaku mencoba mengelabui korban agar mengklik link berbahaya atau mengungkapkan informasi pribadi.

Contoh: Anda mendapat SMS yang mengklaim Anda memenangkan hadiah dan diminta mengklik link untuk klaim hadiah tersebut. Link tersebut bisa mengarah ke situs berbahaya atau aplikasi yang mencuri data.


Bagaimana Cara Mencegahnya?

Untuk melindungi diri dari ketiga bentuk penipuan ini, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

Jangan langsung percaya

Jangan klik link sembarangan

Gunakan otentikasi dua faktor

Perbarui sistem dan antivirus

Laporkan penipuan


Kesimpulan

Di zaman yang semakin terhubung, kewaspadaan adalah pertahanan terbaik. Scamming, phishing, dan smishing adalah bentuk-bentuk kejahatan digital yang mengincar kelengahan pengguna. Dengan mengenali ciri-cirinya dan menerapkan langkah pencegahan, Anda bisa menjelajahi dunia digital dengan lebih aman.